Siti Nurhaliza Memang Penuh Pesona.

“SITI NURHALIZA, penyanyi kesohor dari Malaysia, tidak saja cantik dan imut-imut, tapi memang, anak Taruddin, gadis desa Kampung Awah, Temerloh, Pahang ini, memiliki ribuan pesona.

Praktis, Malam Divasea, yang digelar di Istora Senayan, Kamis pekan lalu, menjadi milik diva atau dewi dari Malaysia itu. Caranya berjalan, dan tutur sapa yang ia sebar ke penonton, didukung kekuatan suara yang menawan, mempunyai daya pikat tersendiri bagi penonton malam itu.

Usai membawakan lagu Betapa Kucinta, Siti Nurhaliza menebar kata-kata, ‘Aku cinta kepadamu’, dengan aksen Malaysia yang disambut teriakan histeris penonton. Dan kemudian ia pun mengusung lagu Cinta Jangan Kau Pergi.

Gadis kelahiran 11 Januari 1979, yang awalnya ingin jadi polisi seperti ayahnya, dan terus-menerus diledek kawan-kawannya ‘si tomboy’ ini, memang artis paling junior malam itu, dan sekaligus artis yang berhasil merangsek 64 penghargaan selama kurun waktu lima tahun, sejak paruh 1995.

Tentu saja, prestasi ini memperlihatkan bahwa gadis berbobot sekitar 49 kg dan tinggi 164 cm, memang jaminan mutu. Dan, yang paling gres juga kemampuan olah vokalnya yang luar biasa.

Kemampuan itu ia perlihatkan ketika bersama Krisdayanti membawakan lagu Menghitung Hari ciptaan Melly Guslaw. Gemuruh tepuk tangan pun menimpali suara Haliza. Dan terjadilah romantisme antara Kris dan Haliza, saling cium, peluk, dan puji. “”Saya merasa bangga bisa tampil dengan diva-diva Asia, padahal saya baru lima tahun hadir di dunia tarik suara,”” ungkap Haliza.

Usai duet dengan Kris, ia pun mengusung lagu Beradu di Khayalan. Dan lagi-lagi tepuk tangan bergemuruh. Haliza malam itu memang menjadi diva, menjadi dewi bagi pertunjukan yang sayangnya kurang dikemas dengan rapi oleh panitia. Padahal, kehadiran diva dari Asia Tenggara ini mampu menawarkan aroma yang menyegarkan.ED/B-4

http://www.mediaindo.co.id/”