Rela Kehilangan Masa Muda.

BIDUAN asal Malaysia ini pertama kali populer di Indonesia lewat tembang Betapa Ku Cinta Padamu. Sejak itu, suara dan wajah manisnya merebut hati publik Indonesia. Terbukti, album tradisional Siti seperti Cindai dan Sanggar Mustika cukup akrab di telinga penikmat musik di Indonesia.

Memulai karir sejak usia 17 tahun, di negerinya Siti banyak meraih berbagai penghargaan. Bahkan, ia masuk ke dalam Guiness Book of Records Malaysia sebagai penyanyi Malaysia yang paling banyak mendapat penghargaan. Prestasinya di berbagai festival internasional pun tak kalah banyak. Alhasil, dara kelahiran 11 Januari 1979 di Kampung Awah, Temerloh Pahang ini banyak disebut-sebut sebagai salah satu diva di Asia.

Namun, di balik kesuksesannya itu, tak sedikit harga yang harus ditebus Siti. Ia mesti mengesampingkan pergaulan dengan teman-teman sebaya. Begitu pula urusan asmara. Adakah rasa sesal di hati Siti kehilangan semua itu? Simak hasil obrolan santainya dengan reporter Citra, Theresia Widiningtyas, pada acara persiapan peluncuran album teranyarnya di Le Café Bilbo, Senayan, Senin lalu. Sehari setelah gadis cantik ini jadi bintang tamu di pesta ulang tahun TransTV.

Berapa lama persiapan album terbaru Siti ini?

Kurang lebih empat bulan, untuk pemilihan lagu dan memasukkan musiknya. Kalau recording-nya (rekaman – Red.) Siti kerjakan waktu bulan puasa lalu, kemudian diteruskan selepas hari raya ini. Dalam album ini Siti bekerja sama dengan pencipta lagu dari Indonesia, Dewiq (istri Pay “BIP”—Red.). Salah satu lagunya menjadi lagu andalan dalam album Siti. Judulnya masih dipilih antara Bukan Cinta Biasa atau Bukan Cinta di Atas Kertas. Album Siti ini beraliran pop, dan mudah-mudahan saja bisa diluncurkan bulan Januari tahun depan.

Apakah Siti punya keinginan untuk menjadi produser kaset sendiri?
Ya, semestinya seperti itu. Siti harap Siti bisa menjadi produser. Sekarang Siti sedang belajar. Misalnya, Siti diberi peluang memilih lagu, juga memberi ide untuk pembuatan album. Memang untuk sementara ini Siti belum diberi title (predikat – Red.) sebagai produser. Tapi suatu hari nanti pasti Siti akan menuju ke arah itu.

Apakah lagu-lagu Siti dalam album ini masih bertemakan cinta?
Ada cinta, ada nasihat juga. Semua orang suka cinta. Tapi kita bisa buat cinta dalam banyak aspek. Tidak hanya cinta sesama orang, tapi juga cinta kepada Tuhan, dan dalam pekerjaan.

Untuk masuk ke dalam pasar Indonesia, apakah Siti khusus mempelajari musik Indonesia?

Siti juga memperhatikan perkembangan musik di Indonesia. Siti banyak belajar dari lagu-lagu yang dibawakan penyanyi Indonesia. Siti banyak memperhatikan dan mendengarkan mereka, juga dari perbincangan dengan orang lain. Seperti apa lagu yang dianggap bagus di Indonesia, bagaimana musiknya, seperti itu.

Ada rencana untuk berduet dengan penyanyi Indonesia?
Kalau untuk persembahan (show – Red.) mungkin iya. Tapi kalau untuk album mungkin harus dibicarakan lagi dengan syarekat rekaman (perusahaan rekaman – Red.). Kalau ada yang ingin berduet dengan Siti, Siti senang sekali. Lagipula semua penyanyi Indonesia, kan, bagus-bagus, ya.

Siapa penyanyi Indonesia yang Siti anggap paling bagus?
Sekarang ini siapa lagi, kan? Krisdayanti! Ya…dia bagus! Selain Kris, Siti suka Hetty Koes Endang dan Harvey Malaiholo.

Siti memulai karir sejak usia belia, lalu bagaimana Siti menikmati masa muda di tengah-tengah kesibukan Siti?

Ya, banyak yang bertanya seperti itu pada Siti. Siti memang rindukan masa-masa sekolah bersama teman-teman. Tapi, Siti perlu pikirkan masa depan Siti juga. Kalau Siti tidak bekerja dari sekarang, masa depan Siti belum tentu senang. Siti senang bisa mencari uang sendiri dari sekarang, karena itu tak apalah Siti tak bisa bersenang-senang dengan kawan-kawan.

Adakah rasa penyesalan dalam diri Siti karena kehilangan masa muda?
Tak ada, tak ada perkataan menyesal dalam diri. Cuma belajar saja dari pengalaman.

Selain menyanyi, apakah Siti pernah mendapat tawaran untuk berakting?
Ya, ada. Siti mendapat beberapa tawaran untuk bermain film. Tapi…hati Siti belum terbuka untuk berlakon (berakting – Red.). Siti ingin serius dulu dalam menyanyi, karena baru tujuh tahun berkarir di situ. Lagipula, jadwal Siti terlampau padat dengan jadwal menyanyi, sehingga tak bisa bermain di film. Tapi, Siti suka sekali dengan musical theatre (pertunjukan drama dengan nyanyian – Red.).

Siti selalu bilang kalau tak punya waktu untuk berpacaran, lalu bagaimana dengan target menikah?

Ah…hahaha…, soal itu, ya. Ehmm…, mungkin selepas 25 tahun, sebelum 30 tahun, di antara itulah, baru Siti mau pikirkan serius soal itu.

Persiapannya enggak dari sekarang, untuk mencari pendamping, barangkali?

Tidak, hahaha…. Tidak. (Siti menggelengkan kepala berkali-kali.)

Jadi sampai sekarang Siti belum punya teman khusus?
Belum.

Lalu, laki-laki seperti apa yang Siti harapkan menjadi pendamping?
(Sejenak Siti terdiam.)Yang seperti apa, ya? Hahaha…. Sebenarnya Siti bukan pemilih. Siti ingin yang sederhana saja, lalu jujur, baik hati, dan menghormati orang lain.

Pernah enggak ada fans yang melamar Siti untuk jadi pacar atau istri?
(Siti mengernyit.) Kalau lewat surat itu biasa. Semua artis pasti pernah terima surat-surat macam itu.

Siti sering mengganti penampilan rambut, mulai dari yang pendek sekali sampai panjang sepunggung. Apakah rambut penting artinya bagi Siti?

Rambut, kan, mahkota wanita kata orang kita. Bagi Siti sendiri itu memang penting. Apalagi sebagai seorang selebriti, kan, orang suka melihat penampilan Siti. Makanya Siti harus memperhatikan penampilan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Kalau rambut, Siti tak berlebihan menatanya, hanya disesuaikan saja dengan pakaian.

Dulu semasa sekolah Siti tomboi, tetapi sekarang sudah berubah menjadi feminin sekali. Siapa yang menganjurkan perubahan itu?

Itu sebenarnya dari Siti sendiri. Kita, kan, makin hari makin matang, belajar dari pengalaman. Kalau dulu, semasa kecil, Siti hanya mau suka-suka, bermain-main saja. Tapi semakin dewasa, otomatis Siti lebih tahu menjaga diri. Lebih-lebih sebagai artis, Siti harus berpakaian yang sesuai dengan profesi itu.

Bagaimana Siti sehari-hari merawat kecantikan?
Simpel saja. Yang dasar-dasar saja. Kalau sebelum tidur, membersihkan wajah dulu. Banyak makan buah untuk menjaga kesehatan tubuh.

Apa yang Siti lakukan saat istirahat?
Siti biasanya diam di rumah, bersama saudara-saudara. Siti juga senang window shopping, lalu juga menonton VCD.

Apa pengalaman yang paling berkesan bagi Siti selama di Indonesia?
Mengisi show. Karena banyak yang hadir, dan banyak yang enjoy dengan lagu-lagu Siti. Terutama saat pertunjukan Satu Jam Bersama (di Indosiar beberapa waktu lalu – Red.). Penonton happy, Siti pun happy.

http://www.tabloid-citra.com/