Misi Siti Nurhaliza Di Album Sanggar Mustika.


Kirim gambar sebagai e-card
Musik,Untuk kelima kalinya, diva asal Malaysia Siti Nurhaliza kembali hadir di Indonesia. Kedatangan Siti kali ini berkaitan dengan promosi album terbarunya, Sanggar Mustika yang lebih bernuansa tradisional Malaysia.
Ada yang berubah dalam penampilan Siti Nurhaliza, saat tampil di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (13/6). Dengan potongan rambut lebih pendek serta gaun tradisional Malaysia yang dipakainya, ia begitu anggun dan mempesona. Nggak cuma itu yang berubah, album terbarunya Sanggar Mustika yang menjagokan lagu Nirmala ini juga mempunyai warna musik yang berbeda dari sebelumnya.

Selama ini, album-album Siti yang telah beredar di sini, lebih kental nuansa popnya seperti pada lagu Betapa Kucinta Padamu, Menyintaimu Selamanya, Cindai hingga Safa. Tapi, di album barunya ini Siti ingin memberikan nuansa yang berbeda buat penggemarnya di Indonesia, dengan membawakan sepuluh lagu musik-musik tradisional Malaysia. Hal ini boleh dibilang langkah awal yang berani buat Siti. Karena seperti diketahui, jenis musik yang berbau tradisional biasanya kurang diminati oleh remaja di sini.

Meski demikian, siti mengaku tetap optimis.†Saya yakin album-album pop saya bisa diterima baik di Indonesia? Ujar Siti dengan logat melayunya yang kental. Menurut Siti musik Malaysia dan Indonesia tidak jauh berbeda warna dan lirik musiknya. Untuk itu di album ini Siti juga membawakan lagu-lagu yang berirama keroncong, seperti pada lagu Bisikan Hati.

Buat penyanyi yang telah menerima 72 penghargaan dari Anugerah Planet Muzik Singapura ini, menyanyikan lagu melayu bukan sesuatu hal yang baru buatnya.†Di Malaysia, saya merasa punya tanggung jawab yang besar untuk memperkenalkan musik tradisional kepada remaja-remaja di sana, supaya mereka bisa mencintainya. Tapi, di sisi lain saya juga ingin memenuhi selera penggemar saya yang masih menyukai musik pop, R&B dan lain sebagainya? ujar penyanyi berusia 23 tahun, yang di negerinya, dalam setahun biasa mengeluarkan album pop dan tradisional.

Delapan tembang anyar dapat disimak pada album Sanggar Mustika, diantaranya Badar Sila, Kurik Kundi, Joget Senyum Memikat, Panas Berteduh Gelap Bersuluh, Syair Kamelia, dan Nirmala yang berkisah mengenai Siti Aisyah, isteri Nabi Muhammad. Ditambah 2 tembang lawas berjudul Bunga Tanjung dan Bisikan Hati. Seperti album sebelumnya, Cindai yang cukup laris terjual sebanyak 100 ribu kaset di Indonesia, Siti berharap album terbarunya ini juga dapat diterima penggemarnya di Indonesia. “”Semoga album ini dapat memberikan sesuatu pesan yang berguna kepada masyarakat,”” ujar penyanyi kelahiran Pahang, 11 Januari 1979 ini.

http://www.kafegaul.com/”