Hati Seindah Nyata.

“DI tengah kontroversi seputar pornografi dan pornoaksi di tanah air, nama Siti Nurhaliza selalu disebut-sebut sebagai bahan pembanding bagi artis-artis Indonesia yang kerap tampil sensual

Sosoknya yang manis dalam bertutur serta sopan dalam berpakaian jadi semacam ikon bahwa seorang artis tak perlu buka-bukaan dan banyak sensasi jika ingin populer. Tak heran jika, banyak orang mengeluk-elukkan Siti sebagai artis yang patut diteladani.

Disebut-sebut demikian, Siti langsung tersipu malu. Ia mengaku belum pantas jika dianggap sebagai teladan bagi banyak orang. Perkara penampilannya yang sederhana dan selalu tertutup itu, katanya, memang sudah dari sananya.

“”Janganlah memandang Siti terlalu tinggi dan perfect. Siti manusia biasa yang pasti bisa melakukan kekhilafan. Apa yang Siti lakukan selama ini atas dasar kerja saja. Lagipula Emak Siti dari kampung, tak mungkinlah Siti berpakaian macam-macam. Jadi apa yang Siti pakai harus yang normal-normal sajalah seperti orang lain,”” ungkap Siti.

Lewat kerendahan hatinya pula, Siti tak pernah ingin mengomentari penampilan artis-artis lain. Bahkan menurutnya, penampilan luar bukan jadi jaminan baik buruknya seseorang.

“”Bagaimana tampilan seseorang, semua itu hak pribadi. Siti tak berhak untuk bicara atau men-judge mereka. Itu kan tanggungjawabnya dengan Tuhan. Tapi bagi Siti, itu bukan yang utama dalam menilai orang. Yang penting adalah hati dan kejujurannya. Artis itu tak seindah nyata dan tak seburuk yang disangka,”” begitu kata dara kelahiran Pahang, 11 Januari 1979 yang tak pernah menyangka bisa begitu populer di Indonesia.

Reporter: Rachma Agustina

CITRA 44 / XIV / Kamis, 25 Juni 2003 – Rabu, 31 Juni 2003″