Dari Rileks.com

“Siti Nurhaliza:Belum Juga Menemukan Pria Idaman!

DARI suaranya yang merdu dan jernih pantaslah kalau Siti Nurhaliza sisebut divanya Malaysia. Tidak cuma kondang di negaranya, pelantun lagu-lagu pop Negeri Jiran ini ternyata beken juga di Indonesia. Ini terbukti beberapa lagu Melayu yang dilantunkannya banyak diminati oleh penikmat musik ditanah air dan diakui sebagai item musik Malaysia.

Dan kelebihan lain yang dimiliki penyanyi bertubuh mungil ini, tak hanya suara yang jernih, tapi juga berbakat merangkai syair. Jika tak percaya, bisa dibuktikan dari album barunya yang bercorak Melayu tradisional yang bertajuk “”Sanggar Mustika””.

Saat disinggung kapan rencana akan mengakhiri masa lajangnya? Penyanyi yang dikabarkan termahal di Malaysia ini mengaku masih ingin menggeluti dunia panggung. Bahkan, belum terlintas dibenaknya untuk membentuk mahligai rumah tangga. “”Dalam beberapa tahun ini saya tidak punya planning untuk menikah dahulu.Selain masih muda, karir saya juga masih panjang. Disamping itu saya memang belum menemukan pria yang sesuai dengan keinginan saya. Saya ingin menikah setelah berumur 25 tahun. “” ujar wanita kelahiran Pahang, 11 Januari 1979 yang ngetop dengn tembang “”Betapa Aku Cinta Padamu””.

Wanita cantik yang rambutnya sudah dipotong pendek ini mengaku mencari pria idaman yang bakal menjadi teman hidupnya nanti nggak mesti ganteng. Ia lebih mengutamakan kejujuran, kebaikan,humoris,menghormati orangtua,beriman dan kerendahan hati dari sang pujaan hati.””Untuk hidup bersama kan mesti gembira. Kalau wajah tampan tapi hati tak baik kan tak berguna,”” ujar pelantun tembang “”Cindai”” tersenyum manis.[sofian/foto:sofian]

http://www.rileks.com/

Diva Sea: Cantik, Jaka Tarub, & Sepi!

Bagaimana kalau dewi-dewi se-asia tenggara disatukan? Itulah yang terjadi semalam di Gelora Istora Bung Karno. Konser yang disponsori salah satu produk kosmetik buatan Indonesia itu berusaha menyatukan penyanyi-penyanyi wanita cantik dan ‘ngetop’ dari Malaysia, Filipina dan Indonesia.

Tepat pukul 9.00 malam, Krisdayanti dengan memakai kostum casual but unique, celana panjang berwarna coklat, dan baju yang terbuat dari mote-mote bergaris-garis biru, putih, merah, membuka pagelaran tersebut dengan menyanyikan lagunya Rembulan yang diiringi Elfa Secoria’s Orchestra dan para penari yang berpakaian putih.

Selesai menyanyikan lagu tersebut, ia pun mulai memanggil another diva, seorang diva Malaysia, yang nama maupun lagunya sudah sering kita dengar, Sheila Majid. Disambut tepuk tangan penonton yang kurang lebih berjumlah 3000-an itu, Sheila, yang juga be keluar bersama penari yang berpakaian hitam dengan menyanyikan lagu Inikah Cinta-nya M.E .

Antusias penonton dibagian bawah semakin terasa ketika, Titi DJ, keluar membawakan lagu Salahkan Aku bersama penari yang sangat energik, dengan kostum hitam yang fungky . Terlebih lagi dengan permainan lampu, antara lampu sorot yang sangat terang, dan sorotan lampu warna warni seakan membangkitkan semangat para penonton disekitarnya.

Setelah tiga lagu pertama tadi, baru kemudian MC acara tersebut keluar, yang ternyata tak lain adalah bintang iklan, penyanyi dan pemain sinetron, Sophia Latjuba yang ditemani artis asal Malaysia Normala Samsudin. Keduanya kelihatan begitu cantik dengan pakaian berwarna merah, walaupun demikian kelihatannya Normala tidak begitu pede dengan tinggi badannya, karena ia merasa begitu kecil disamping Sophia yang memang bertubuh tinggi tersebut.

Kemudian lampu padam kembali, dan phase kedua pun dimulai. Kali ini lagu-lagu yang dinyanyikan lebih condong ke lagu-lagu yang soft dan melankolis. Dengan gaun-gaun yang indah, bagaikan dewi-dewi yang turun dari khayangan, Siti Nurhaliza , Kuh Ledesma penyanyi asal Filipina, serta Fauziah Latiff berurutan keluar menyanyikan lagu andalan mereka. Siti Nurhalizah dengan lagu Betapa Aku Cinta Padamu yang sudah sangat populer di telinga masyarakat Indonesia, kemudian Kuh Ledesma dengan menyanyikan lagu One Day I’ll Fly Away. Dengan suara dan kecantikan yang ada pada dirinya, seakan menyihir para penonton dengan lagu tersebut. Kemudian ia berduet dengan Fauziah Latiff, dalam lagu yang berjudul You.

Setelah selesai lagu tersebut mereka mengatakan bahwa mereka sangat bangga dan merasa terhormat mendapatkan undangan Indosiar untuk tampil dalam acara Diva Sea tersebut. Memang sih kesannya memindahkan studio Indosiar ke panggung Istora, hanya saja yang ini lebih besar, lebih berwarna, dan jelas lebih heboh terlebih dengan center stage yang bisa naik turun dan TV big screen diatasnya. Dengan tatanan panggung ala Olympian dengan pilar-pilar besar dan latar awan memberikan kesan yang lebih dalam pada kata ‘diva’ pada acara tersebut.

Kemudian Vina Panduwinata tampil dengan gaun berwarna pink, membawakan empat lagu miliknya, Cinta, Di dadaku Ada Kamu, Aku Melangkah Lagi dan Surat Cinta. Masih dengan gaya khasnya yang energik dan centil membuat para penonton ikut gemas dan bernyanyi bersama.

Setelah itu Fauziah Latiff, Krisdayanti, Sheila Majid secara bergantian tampi ke atas panggung. Fauziah Latiff menyanyikan lagu karangan Melly Goeslaw yang berjudul kedinginan, KD, yang sudah ganti kostum bak seorang putri, menyanyikan lagu Ku Tak Sanggup dan Mencintaimu, dengan aransemen musik yang sedikit berbeda dengan aslinya, musiknya mengalun seperti irama musik Cina. Pada saat inilah center stage yang bisa naik turun digunakan. Maksudnya? Mungkin untuk menekankan Kridayanti sebagai ‘Diva’nya Indonesia, (soalnya pada saat ‘diva’ lain ini tidak digunakan padahal penampilan mereka juga oke punya…)

Yang paling menonjol adalah penampilan penyanyi Malaysia Siti Nurhalizah, dengan suara yang begitu indah, (sampai membuat Krisdayanti ngambek minta pulang) memukau para penonton saat melakukan duet dengan Krisdayanti dalam lagu Menghitung hari.

Sebelum mereka tampil ada beberapa diva yang tampil sebelum mereka, Sheila Majid tampil menyanyikan lagu andalannya Legenda dan Cinta Jangan Kau Pergi, disusul Titi Dj dengan lagu andalannya Sang Dewi diiringi tarian yang menceritakan kisah ‘Jaka Tarub’, Kemudian Vina Panduwinata duet dengan Sheila Majid dalam lagu Biru, (pada kesempatan ini Sheila menyampaikan betapa bahagianya ia dapat berduet dengan idolanya, Vina, sampai berteriak memanggil ‘Mom, Vina ke arah kamera…), dan Kuh Ledesma dengan lagu berbahasa Tagalog, berjudul Anak

Dipenghujung Acara, Titi Dj, Fauziah Latiff, dan Kuh Ledesma sempat menyanyikan lagu That’s What Friends Are For disusul Vina Panduwinata dengan lagu Aku Cinta Kepadamu dan ditutup dengan penampilan bersama The Diva Sea, yang membawakan lagu Antar Anyar dan Jakarta dan Ekspresi. [era/arora/sofyan/joko/foto:sofyan/arora]

http://www.rileks.com/

Siti Nurhaliza: Tak Suka Pilih-Pilih Konser

TAMPIL dengan potongan rambut baru, lebih pendek, diva pop asal Malaysia, Siti Nurhaliza, kembali ke Indonesia. Perempuan berusia 23 tahun ini memang tergolong sukses di Indonesia. Album-album bisa dikatakan ‘selalu’ laku di Indonesia. Dan kehadirannya yang kesekian kali di Indonesia, adalah untuk promo album kelima yang diberi tajuk Sanggar Mustika. Dalam acara yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, (13/6/2002) ini, Siti tampil ‘elok’ dengan baju tradisional Malaysia berwarna mereka muda.

Lewat album-album sebelumnya yang telah beredar di sini, –dari “Betapa Kucinta Padamu”, “Menyintaimu Selamanya”, “Cindai” hingga “Safa”— Nurhaliza dikenal dengan lagunya yang bernuansa pop. Tapi, orang barangkali akan sedikit kaget dengan album baru ini. Pasalnya, pada album yang berisi sepuluh lagu ini, ia membawakan musik-musik tradisional Malaysia. Hal-hal yang berbau tradisional biasanya kurang diminati oleh re
maja Indonesia.

“Saya tetap optimis,” ujar penyanyi yang pertama kali mencuat namanya lewat lagu “Betapa Kucinta Padamu” itu. “Apalagi, album-album pop saya sebelum ini mendapat sambutan yang sangat baik di Indonesia.” tambah penerima 72 penghargaan dari Anugerah Planet Muzik Singapura ini. “Di samping itu, musik Malaysia dan Indonesia tidak jauh berbeda. Di album ini juga ada lagu yang berwarna keroncong,” ujar dia seraya menyebut lagu berjudul “”Bisikan Hati”” dari album baru itu.

Ketika ditanya rileks.com soal berita salah satu harian di Malaysia yang mengatakan, Siti seperti “kacang lupa kulit” karena dianggap sering pilih-pilih konser, Siti membantahnya. “Saya tidak pernah pilih-pilih majelis. Apa yang dikatakan oleh newspaper itu, sudah saya tolak. Saya tidak pernah pilih-pilih, tapi untuk itu saya tidak perlu baritahu semua orang kan?” terang perempuan yang menginginkan pendamping yang jenaka dan smart.

Ketika ditanyakan apakah Siti mau tampil seperti Britney Spears? Dengan senyum, wanita berwajah bulat ini menjawab,”Siti nak jadi diri sendiri. Tidak ingin seperti Britney Spears,” kilah diva yang pendapatnya tentang ‘cetak rompak’ (pembajakan –red), langsung ditanggapi oleh Mahathir Mohammad, Perdana Menteri Malaysia. [joko/foto: sofian]

http://www.rileks.com

Siti Nurhaliza : Benar-benar Menggigit Penonton!

AGAKNYA biduanita cantik Siti Nurhaliza (21), semakin memantapkan kariernya di blantika musik mancanegara. Sekilas, wajahnya mirip si imut-imut Rossa, Siti memang tak cuma tenar di negeri jiran, tetapi juga beken di beberapa negara. Bahkan mungkin ia bisa menggantikan posisi Sheila Madjid yang hampir satu dekade ini menduduki singgasana sebagai “”bintang penyanyi baru”” ASEAN.

Penghargaan tersebut dianggap pantas didapatkan Siti, karena dia tak hanya mendapatkan penghargaan dari negeri sendiri, tetapi juga dari negeri-negeri seperti Singapura, Brunei Darussalam dan tentu saja Indonesia.

Di Indonesia sendiri, penampilan dan suara Siti sudah tidak asing lagi. Berbagai penghargaan dari Indonesia pun pernah disabetnya. Diakui, Siti memiliki teknik vokal yang bagus, dengan intonasi dan artikulasi yang jelas. Ia juga mampu membawakan berbagai lagu dengan corak yang beragam, R&B, soul, funky bahkan Latin dan cengkok Melayu dengan performance yang prima, ditunjang kecantikan wajahnya yang khas Melayu itu.

Album barunya yang diproduksi Universal Indonesia bertajuk “Sava” dipajang di counter-counter toko kaset. Artinya, secara tidak langsung hal tersebut berarti, Siti sudah diterima oleh masyarakat Indonesia sebagai artis Malaysia-Indonesia setelah Sheila Madjid.

Bahkan penampilannya saat pagelaran Diva SEA Kamis (8/11) malam di Istora Gelora Bung Karno, memang patut diacungi jempol, duetnya bersama Krisdayanti dalam lagu “Menghitung Hari” cukup memukau penonton yang dengan setia mengunggu penampilannya. Padahal kalau melihat persiapannya, gadis kelahiran Awah Temerluh Pahang, 11 Januari 1979 ini melakukan persiapan dalam satu hari, bahkan tidak sampai satu hari penuh, tapi penampilannya benar-benar luar biasa. Pada rileks.com, pemilik suara emas dengan nama lengkap Siti Nurhaliza binti Tarudin ini, mengatakan sehari sebelum tampil ia masih ada urusan pekerjaan di Malaysia. “”Jadi, saat gladi resik saya hanya kebagian latihan satu lagu bersama Krisdayanti. Tapi syukur Alhamdullilah, saya bisa memberikan yang terbaik untuk Diva SEA ini,” papar Siti dengan senyum manisnya.

Begitu juga saat disinggung penobatan dirinya menjadi “Diva” yang temuda di kawasan Asia Tenggara. “Yang jelas saya merasa terharu, gembira dan bersyukur karena dari semua penyanyi, Siti yang paling muda pengalamannya, perbandingannya sampai lima samapai sepuluh tahun lebih. Tapi penampilan bersama Diva senior, bagi Siti ini pengalaman yang paling berharga, karena selain bisa bertemu juga bisa melihat penampilan mereka semua. Selama berkarier sebagai penyanyi ini pengalaman yang paling indah dan tidak bisa dilupakan,” kata Siti lagi.

Lebih lanjut Siti juga mengatakan dari dua lagu yang dibawakannya hanya lagu nomor dua yang berjudul “Beradu di Kahayalan” yang menurutnya paling sulit dibawakannya, karena selain nggak sempat latihan, ia juga mengaku kurang begitu serasi dengan iringan orkestra. “Tapi, biarpun begitu saya tetap memberikan yang terbaik saat nyanyi berdua dengan Krisdayanti,”ujar Siti mengaku kagum pada semua Diva yang tampil.[sofian/era/foto:sofian]

http://www.rileks.com/”