Archive for the ‘Indonesia’ Category

Sehari Selesaikan Lima Episode


Sehari Selesaikan Lima Episode

1165082851b.jpg
Siti Nurhaliza Syuting Acara Siti Nurhaliza Cari Bintang Pantene
Menyandang predikat brand ambassador Pantene, wajah diva cantik Siti Nurhaliza makin sering muncul di layar TV Indonesia. Lewat ajang kontes Siti Nurhaliza Cari Bintang Pantene yang tayang di Trans TV setiap Minggu pukul 16.00, Siti tampil sebagai pembawa acara.

Meski begitu, bukan berarti setiap minggu Siti berada di Indonesia. Wanita kelahiran Kuala Lupis, Malaysia, 27 tahun lalu itu hanya sebulan sekali bertandang ke Indonesia. Konsekuensinya, dalam satu kedatangan yang biasanya sekitar tiga hari, dia harus mengerjakan beberapa episode sekaligus.

Itu seperti yang terjadi Senin (27/11) lalu. Bertempat di kawasan Kota Wisata Cibubur, lokasi ke-12 calon bintang Pantene dikarantina, Siti sibuk menyelesaikan syuting untuk lima episode. Jawa Pos berkesempatan mengikuti dari dekat aktivitas Siti pada hari itu.

Sekitar pukul 12.00, Siti yang menginap di Hotel The Sultan, Jakarta, tiba di rumah karantina dengan ditemani kakak sekaligus manajernya, Rozi Abdul Razak. Tidak ketinggalan, dua orang bodyguard berbadan tegap selalu mengawal Siti.

Beristirahat sejenak, Siti yang tampak cantik dengan riasan make-up tipis memulai syuting episode make over contest. Disusul kemudian, syuting episode berikutnya, dancing contest. Masing-masing memakan waktu 30 menit.

Selesai dengan dua episode tadi, sekitar pukul 14.00, Siti bergegas untuk istirahat sekaligus makan siang. Untuk mengisi perut, siang itu Siti memilih menu favoritnya di rumah makan padang.

Istirahat sekaligus santap siang itu tampaknya cukup mengembalikan stamina Siti untuk melanjutkan pekerjaan. Dinaungi cuaca mendung, Siti melakukan syuting di sebuah taman untuk episode outbound dan backpackers. Sebelum pengambilan gambar dimulai, Siti duduk santai sambil mengobrol dengan empat orang finalis.

Tampak jelas, empat orang finalis itu amat mengagumi sosok Siti. Dalam waktu yang sedikit tersebut, beragam pertanyaan untuk Siti meluncur dari mulut mereka. Selintas, terdengar Siti menceritakan sepenggal cerita masa mudanya kepada empat gadis berumur belasan itu.

Dalam waktu tak sampai setengah hari, empat episode diselesaikan Siti. Putri pensiunan polisi itu memang hanya bertindak sebagai pemandu acara singkat untuk pembuka acara dan penutup acara saja.

Baru saat syuting terakhir, episode Bedah Kamar, Siti syuting lebih lama. Selain sebagai presenter, dia terlibat sebagai salah seorang juri yang menilai kamar gadis-gadis calon bintang Pantene itu.

Siti yang mengenakan kaus lengan panjang itu tidak sendiri. Pada sesi tersebut, Siti ditemani Helmy Yahya (presenter), Andra (desain interior), dan Fibriyani Elastria (assistant brand manager P&G). Keempatnya bertugas menginspeksi kamar yang dihuni para finalis dan menilainya.

Bagi Siti, itu merupakan kali pertama dirinya menjadi pembawa acara. “Ini pengalaman baru buat Siti. Sebelumnya, Siti belum pernah menjadi host dalam acara reality show macam ini,” ujar Siti di sela-sela syuting.

Menjadi juri dalam sesi Bedah Kamar bukan hal sulit bagi Siti. Sebab, sejak remaja, dia termasuk gadis yang telaten merawat kamar. Sehari-hari, saat waktu luang, Siti lebih sering menghabiskan waktu di kamar. “Siti paling suka duduk di dalam kamar. Di kamar sudah ada TV, Hi Fi, dan bermacam-macam buku,” jelas pemilik hit Bukan Cinta Biasa itu.

Siti mengaku, dalam menilai setiap kamar, dia tidak menggunakan teori-teori khusus menyangkut desain interior. “Siti bukan yang pro (profesional, Red). Siti hanya mengikuti sedapnya mata memandang dan senangnya hati,” ujarnya.

Meski hampir seharian penuh berkegiatan, Siti mengaku tidak terbebani. Baginya, semua itu sudah menjadi kewajiban yang harus dijalani dengan suka cita. “Ini sudah menjadi tugas Siti. Walaupun harus berkejaran dengan masa dalam satu hari, jalani saja dengan senang,” ungkapnya. (rie)

Siti Nurhaliza Antara Karir dan Keluarga


1164641595b.jpg

Buatkan Suami Teh Tiap Pagi
Menikah bukan akhir karir cemerlang Siti Nurhaliza. Setelah menyandang status istri Datuk Khalid Mohamad Jiwa, wanita berumur 27 tahun ini malah merasakan banyak anugerah yang mampir kepadanya. Di sela-sela pemilihan Gadis Pantene 2006, diva negeri jiran itu membagi kisahnya kepada Jawa Pos di studio Trans TV, Jakarta, Minggu malam lalu.

Bagaimana rasanya setelah menjadi seorang istri?

Siti lebih berbahagia. Kalau dulu banyak godaan, sekarang sudah ada di bawah jagaan seorang suami. Saling hormat, jujur, punya shoulder to cry on. Ini adalah satu fase hidup yang lebih matang.

Bagaimana cara Siti membagi tugas antara istri dan peran sebagai artis?

Bukan hal mudah bagi wanita untuk berjaya. Ya, berjaya dalam urusan karir maupun jaya sebagai istri. Nantinya berjaya sebagai ibu kalau sudah punya anak-anak. Tapi, Siti tak perlu risau. Apa pun perkaranya, syukur alhamdulilah suami bisa mengerti. Sekarang memang jadi tambah sibuk. Apalagi, untuk acara Pantene ini, Siti harus lebih sering bolak-balik Jakarta-Kuala Lumpur. Tapi, Datuk mengerti. Dia mengenal Siti ketika Siti sudah menjadi selebriti. Jadi, dia memahami dan mendukung Siti.

Kalau bepergian lama untuk urusan karir, adakah hari pengganti untuk keluarga?

Sistem penggantian hari seperti itu belum terkonsep oleh Siti. Hanya, Siti memang harus cepat pulang. Kalau dulu setelah show di Jakarta Siti bisa shopping-shopping dulu, sekarang kalau memang pekerjaan sudah selesai, Siti langsung pulang. Tempat belanja favorit Siti di Jakarta itu Mangga dua dan Plaza Senayan.

Dalam seminggu, bagaimana pembagian hari untuk keluarga dan karir?

Setelah menikah, saya usahakan tiga atau empat hari untuk bekerja. Sisanya, tiga atau dua hari spend time untuk keluarga.

Bagaimana kegiatan Siti setiap hari?

Hampir setiap minggu Siti sibuk karena ada program mentor (kalau di Indonesia Bintang Cari Bintang). Siti juga masih berkantor untuk mengawasi bisnis C-Tea, staf-staf juga. Selain itu, memantau Siti punya manajemen. Tapi, untuk yang ini, Siti bisa ready di rumah saja, cukup memantau up-to-date-nya dari rumah.

Kalau boleh dipersentasekan, berapa angka prioritas Siti untuk keluarga?

Sebanyak 59 persen (tertawa) untuk keluarga. Memang ini tidak mudah. Harus pandai-pandai juga mengatur waktu dan menjaga keluarga. Karena rumah tangga itu bergantung pada kami berdua. Kalau bukan kami yang menjaga, ya siapa lagi. Kegagalan dalam rumah tangga kan tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

Setelah menikah, lalu umrah. Ada rencana pergi haji?

Tepatnya Ramadan kemarin, Siti dan Datuk melaksanakan umrah. Bagi Siti, ini umrah yang keempat. Siti bahagia. Insya Allah tahun depan Siti mau jadi hajah. Ini sudah Siti planning jika memang ada rezeki dan direstui.

Apa saja yang Siti lakukan setelah menjadi seorang istri?

Masak untuk suami. Kebetulan taste kami sama. Suka yang pedas-pedas. Tapi, belum bisa masak yang banyak lauk karena nggak sempat. Hanya masak makanan kampung. Siti juga buatkan teh untuk suami setiap hari, kecuali kalau sedang ke luar kota begini.

Rencana untuk mempunyai momongan?

Doakan saja. Siti dan Datuk memang sudah bersedia. Kalau memang diberi rezeki di awal, tentu Siti akan sangat berbahagia.

Datuk pernah cemburu kepada Siti yang begitu sibuk?

Ke mana pun Siti pergi selalu dalam dampingan keluarga. Ada Abang, adik Siti sendiri. Jadi, Datuk percaya karena di mana pun Siti berada selalu ada keluarga yang ikut serta. Lagi pula, Siti juga izin ke suami. Kalau dulu izin ke orang tua, sekarang harus suami. Jadi, selama ini tidak ada cemburu.

Siti pernah jenuh dengan keseharian Siti sebagai artis?

Alhamdulilah tidak. Inilah dunia Siti. Semua kegiatan Siti yang dipantau penggemar dan pers dianggap sebagai penghargaan yang indah. Siti sudah hidup begini 11 tahun. Sudah get used to it (terbiasa).

Apa yang membuat Siti kangen pada Jakarta?

Makanannya. Siti selalu pesan disediakan bakso setiap kali ke Jakarta. Selain itu, Siti suka masakan Padang. (nik)

Siti Nurhaliza celebrates wedding with lavish dinner

KUALA LUMPUR (AP): Malaysian pop princess Siti Nurhaliza Taruddin celebrated her wedding to a businessman two decades her senior with a lavish dinner banquet Monday for 2,000 guests includingroyalty, politicians and singers from around the region.

Dressed in an embroidered ivory-colored dress and a diamond-studded tiara with matching earrings the size of olives, Siti, 27, emerged from one side of the dais, and her husband, Khalid Mohamed Jiwa, 47, emerged from the other as they meet in the middle to kick off ceremonies.

The ceremony was carried live on TV3, Malaysia’s largest private television station, which dubbed it the “wedding of the decade.”

Siti, one of Malaysia’s top-selling artists, has won numerous awards both at home and in regional competitions since she launched her career in 1996. She is a household name in Malaysia, but also has significant followings in neighboring Indonesia, Singapore and Brunei.

“I am sure Siti only has one wish for Datuk K, that is for him to love her,” said Indonesian singer Kris Dayanti, one of the night’s scheduled performers, in reference to Khalid.

Guests dined on abalone, tiger prawns and fish in a giant ballroom decorated with 15,000 flower stalks as children danced and performed to some of Siti’s hit songs.

Members of several Malaysian state royal families were present. Malaysian Deputy Prime Minister Najib Razak and Khairy Jamaluddin, the son-in-law of Prime Minister Abdullah Badawi, were also among the guests.

The pair had been the talk of the town for more than a year, but both had been tightlipped about their romance. Malaysian newspapers dedicated pages to news and features on Siti’s wedding after the couple formally announced it.

The couple held a traditional wedding ceremony a week ago in a mosque where they officially became husband and wife. Another reception is scheduled in Siti’s hometown in central Pahang state on Sept. 3 for family and fans.

The wedding follows the finalization of Khalid’s divorce from his first wife, Tengku Zawyah Tengku Izham. They have four children, aged 8 to 19. (**)

http://www.thejakartapost.com/