Home   Wordpress   Log in

Archive for the ‘Indonesia’ Category

Siti Nurhaliza, Pemburu Barang Mahal Buatan Prancis

August 21st, 2007 by Joe (Admin) | 16 Comments | Filed in Indonesia

KUALA LUMPUR, SELASA - Sebagai vokalis pop Malaysia yang sudah kaya raya, Siti Nurhaliza kini tentu memiliki banyak perlengkapan mahal untuk busananya. Tapi, akunya, ia baru mampu membeli barang mahal itu sesudah enam tahun menggeluti industri musik.

Bagi Siti, memiliki perlengkapan mahal untuk berpakaian–dari sepatu hingga tas tangan–adalah untuk memberi penghargaan bagi dirinya yang sudah bekerja keras dan demi memeroleh barang bermutu tinggi.

Bercerita tentang produk malah itu, Siti mengatakan bahwa ia termasuk pemburu barang Prancis dengan merk berinisial LV. Bahkan, kalau sedang berada di luar negeri, ia menyempatkan diri berbelanja di butik-butik LV untuk membeli produk bermerk tersebut yang tak ada di negaranya. Ia sudah pernah ke butik-butik itu di Paris, London, Jerman, Hawaii, dan Indonesia.

“Tidak sah kalau tak beli satu jika menjejakkan kaki ke butik LV di luar negeri, walaupun saya sudah bertekad tidak mau beli apa-apa,” tutur Siti, yang Selasa ini (21/8) perkawinannya dengan Datuk Khalid Muhamad Jiwa atau Datuk K berusia setahun.

Kini, ungkapnya, ia memiliki lebih dari 20 produk bermerk tersebut, yang terdiri dari sejumlah tas tangan, tas pakaian, dan dompet, serta 10 pasang sepatu dan enam jam tangan.

Salah satu barang antaran dari Datuk K untuk Siti dalam pernikahan mereka pun, pada 21 Agustus 2006, adalah sebuah tas tangan dari merk itu. Tas tangan tersebut telah dipakainya pada acara Anugerah Planet Muzik 2007 di Singapura, Mei tahun ini.

Namun, akunya lagi, ia baru mampu membeli produk itu untuk pertama kalinya ketika ia sudah berkecimpung di industri musik selama enam tahun. “Kalau saya tidak salah, barang LV pertama yang saya beli pada tahun 2002 adalah sebuah tas tangan yang masih saya gunakan dan simpan sampai sekarang,” kenang sang penyanyi Menanti Pasti, salah satu lagu dalam album Kayangan The Soundtrack.

Kenang perempuan kelahiran Kampung Awah, Pahang, ini lagi, setelah mengeluarkan banyak uang untuk memiliki barang-barang itu, ia harus mengumpulkan lagi uang yang sudah dibelanjakannya dengan bekerja keras sebagai vokalis.

“Kalau sekali belanja di butik LV, sekurang-kurangnya 10.000 ringgit Malaysia saya habiskan. Itu semua bergantung kepada jenis barang yang saya beli,” ungkap Siti, yang masuk nominasi kategori Vokal Wanita Pilihan dan kategori Lagu Pop Pilihan untuk lagu Pastikan dalam Anugerah ERA 2007, yang akan digelar pada 8 September mendatang.

Cita rasa Siti terhadap perlengkapan mahal tersebut, akunya pula, dipengaruhi oleh Datuk K. “Sebelum menikah, saya tidaklah terlalu pandai dan bijak apabila hendak membeli sebuah barang. Asal kelihatan cantik di mata saya dan saya rasa praktis, saya akan beli,” ucapnya. “Tetapi, setelah menikah, suami saya banyak memengaruhi cita rasa saya dan memberi pendapatnya. Dia lebih tahu dan berpengalaman tentang barang mewah ini. Apabila melihat katalog, kami akan berbincang dan memberi pendapat masing-masing jika hendak membeli barang,” ujarnya.

Sumber:utusan.com.my
Penulis:Ati

Gemuk karena Bahagia

February 27th, 2007 by Joe (Admin) | 18 Comments | Filed in Indonesia

JAKARTA - Melintasi red carpet Grammy Award menjadi pengalaman berharga bagi diva pop asal Malaysia Siti Nurhaliza. Pada acara yang dihelat di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu itu, Siti berkesempatan berjalan beriringan dengan penyanyi terkenal Amerika didampingi sang suami, Datuk K.

Sebagai seorang bintang, Siti biasa dielukan penggemarnya. Namun, yang terjadi di acara Grammy itu berbeda. Tidak ada penggemar di sisi red carpet yang mengenalinya. Tapi, hal itu tidak membuat Siti berkecil hati.

Wanita kelahiran Kuala Lipis, Malaysia, 11 Januari 1979 tersebut sudah cukup senang karena bisa bertemu dengan bintang-bintang pujaannya, meski sebatas memandang. Satu momen yang paling membuat Siti takjub adalah saat dirinya berdekatan dengan penyanyi Shakira. “Senang sekali bisa ada di sana, meski hanya sebagai penonton,” kata Siti ditemui usai acara Olay For All di XXI Club, Djakarta Theatre, kemarin.

Sejak menikah, postur tubuh Siti terlihat gemuk. “Sebelum menikah, 55 kilo (kilogram). Sekarang sudah 58,” paparnya.

Siti pun mulai berhati-hati dalam mengonsumsi makanan demi menjaga bentuk tubuhnya. Namun, kehati-hatiannya itu tidak berlaku saat berada di Amerika. Kebetulan, saat itu Negeri Paman Sam sedang musim dingin. “Di sana sangat dingin. Jadi, Siti selalu ingin makan dan makan,” ujarnya lantas tertawa.

Secara keseluruhan, menurut Siti, bertambahnya berat badan yang dialaminya bukan karena kebanyakan makan. “Saat ini, Siti merasa bahagia. Jadi, mungkin itu salah satu sebabnya,” katanya. (rie)

Rambut Panjang untuk Datuk

December 3rd, 2006 by Joe (Admin) | No Comments | Filed in Indonesia

Menilik masa kecil, rasanya sulit dipercaya Siti bisa seperti sekarang. Wajah cantik, penampilan anggun nan feminin mengantarkannya menjadi bintang iklan beberapa produk kecantikan. Di balik itu, Siti kecil adalah gadis yang sangat tomboi.

Hampir semua permainan yang biasa dilakukan anak laki-laki pernah dijajal oleh Siti. “Mulai bola jaring, hoki, badminton, sampai lomba lari. Waktu itu, Siti sangat aktif,” ujarnya.

Sifat cuek Siti juga amat mencolok dari penampilan. Saat berusia delapan tahun, dia memiliki rambut pendek. Semua itu mulai berangsur berubah sejak Siti memasuki bangku Sekolah Menengah Clifford, Kuala Lipis, Pahang. “Sekitar umur 12 mulai timbul naluri pada Siti untuk bisa lebih feminin. Waktu itu, Siti mulai memanjangkan rambut. Tapi, belum pergi ke salon,” akunya.

Penampilan feminin itulah yang bertahan pada diri Siti hingga kini. Siti yang awalnya tidak pernah pergi ke salon mulai mencoba beragam metode perawatan tubuh. “Selepas jadi artis, Siti mulai paham cara berdandan yang baik, berbusana yang baik, dan merawat tubuh dengan benar. Sebelumnya, Siti tak terlalu tahu,” ujarnya.

Berstatus sebagai artis, Siti tidak melulu menggunakan fasilitas mewah dalam perawatan tubuh. Rambut misalnya, dia mengaku sering menggunakan bahan-bahan tradisional.

“Biasanya, Siti membuat sendiri di rumah. Siti suka pakai santan. Bermula, santan dari hasil perasan yang pertama diletak di kulit kepala. Ini berguna untuk sejukkan kulit dan supaya rambut lebih lebat,” tuturnya. “Selain itu, yoghurt juga baik. Di letak di kepala, dibiarkan seketika, dan dicuci,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, jangan harap bisa melihat Siti dengan rambut pendek. Bukan hanya karena dirinya terikat kontrak dengan produk sampo Pantene. Menurut Siti, sang suami, Datuk Khalid Mohamad Jiwa, 47, lebih menyukai dirinya dengan rambut panjang terurai. “Datuk lebih suka Siti dengan rambut panjang. Tampak lebih ayu katanya. Ya, Siti tidak akan potong rambut untuk Datuk juga pastinya,” cerita Siti yang selalu tersipu saat memberikan jawaban yang berkaitan dengan sang suami. (rie)